Secara sederhana, Law of Attraction (Hukum Tarik-Menarik) adalah filosofi yang percaya bahwa pikiran kita memiliki energi yang dapat menarik hal-hal serupa ke dalam hidup kita.
Prinsip utamanya adalah: "Apa yang Anda pikirkan dan rasakan, itulah yang akan Anda tarik ke dalam realitas Anda."
Berikut adalah penjelasan lebih mendalam mengenai cara kerjanya:
1. Prinsip Dasar
Ada tiga pilar utama yang mendasari konsep ini:
- Like Attracts Like (Kemiripan Menarik Kemiripan): Pikiran positif akan menarik hasil yang positif, begitu pula sebaliknya. Jika Anda merasa berlimpah, Anda akan menarik kelimpahan.
- Nature Abhors a Vacuum (Alam Semesta Mem benci Kekosongan): Menghilangkan pikiran negatif akan memberikan ruang bagi pikiran positif untuk masuk.
- The Present is Always Perfect (Masa Kini Selalu Sempurna): Fokus pada apa yang bisa disyukuri hari ini untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
2. Cara Kerja (Proses Kreatif)
Banyak praktisi menggunakan metode tiga langkah untuk menerapkan hukum ini:
- Ask (Meminta): Menentukan dengan jelas apa yang Anda inginkan (tujuan, karier, hubungan).
- Believe (Percaya): Bertindak seolah-olah tujuan tersebut sudah tercapai atau setidaknya yakin bahwa hal itu mungkin terjadi.
- Receive (Menerima): Berada dalam kondisi emosional yang siap menerima hasil tersebut (biasanya melalui rasa syukur).
3. Teknik yang Sering Digunakan
Untuk memperkuat fokus mental, orang biasanya menggunakan beberapa alat bantuan:
- Visualisasi: Membayangkan secara detail momen saat keinginan Anda terwujud.
- Afirmasi Positif: Pernyataan berulang untuk melatih otak bawah sadar (contoh: "Saya layak mendapatkan kesuksesan").
- Jurnal Syukur: Mencatat hal-hal baik yang sudah dimiliki untuk menjaga getaran (vibe) tetap positif.
Sudut Pandang Realistis
Penting untuk diingat bahwa Law of Attraction bukan sekadar "sulap". Secara psikologis, ini berkaitan dengan Selective Attention (Atensi Selektif).
Ketika Anda fokus pada peluang, otak Anda (melalui sistem saraf yang disebut Reticular Activating System) menjadi lebih peka terhadap kesempatan yang sebelumnya mungkin Anda lewatkan. Jadi, ini bukan hanya soal melamun, tapi menyelaraskan pikiran agar Anda lebih berani mengambil tindakan nyata.
Sudut Pandang Agama
- Makna Hadits: Allah senantiasa bersama hamba-Nya yang mengingat dan berharap kepada-Nya. Jika seorang hamba yakin Allah akan menolongnya, Allah akan berikan pertolongan. Sebaliknya, jika ia putus asa, ia akan menemui kesulitan.
- Pentingnya Husnuzan: Berprasangka baik adalah ibadah hati yang melahirkan ketenangan, ketaatan, dan keyakinan bahwa setiap takdir Allah mengandung hikmah, terutama saat hidup terasa berat.
- Contoh Prasangka Baik: Yakin bahwa Allah menerima taubat, mengabulkan doa, memberi ampunan, dan memberi kecukupan atas usaha yang telah dilakukan.
- Dampak: Prasangka baik kepada Allah mendatangkan berkah di dunia dan akhirat, serta merupakan wujud pengakuan akan kemuliaan sifat-sifat Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

.jpeg)