Langkah-Langkah Pembelajaran Inkuiri Learning
1. Orientasi
Guru menciptakan suasana belajar yang menantang rasa ingin tahu murid, menjelaskan tujuan pembelajaran, dan memotivasi murid untuk terlibat aktif.
Menurut Trianto, tahap ini penting untuk membangun kesiapan mental murid dalam proses inkuiri.
2. Merumuskan Masalah
Murid diarahkan untuk menemukan dan merumuskan masalah atau pertanyaan yang akan diselidiki. Masalah biasanya bersifat terbuka dan menantang.
John Dewey menekankan bahwa belajar dimulai dari masalah yang nyata dan bermakna bagi murid.
3. Merumuskan Hipotesis
Murid mengajukan dugaan sementara atau jawaban awal terhadap masalah yang diajukan, berdasarkan pengetahuan awal mereka.
Joyce & Weil menyebut hipotesis sebagai jembatan antara pertanyaan dan proses pencarian data.
4. Mengumpulkan Data
Murid mencari informasi melalui berbagai cara: observasi, eksperimen, membaca, wawancara, atau diskusi. Guru berperan sebagai fasilitator.
Menurut Suchman, proses ini melatih murid berpikir ilmiah dan sistematis.
5. Menguji Hipotesis
Data yang telah dikumpulkan dianalisis untuk membuktikan apakah hipotesis diterima atau ditolak.
Tahap ini mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan logis murid.
6. Menarik Kesimpulan
Murid menyimpulkan hasil penyelidikan dan mengaitkannya dengan konsep atau teori yang dipelajari.
Trianto menyatakan bahwa kesimpulan membantu murid membangun pemahaman konseptual secara mandiri.
7. Refleksi dan Tindak Lanjut
Murid merefleksikan proses dan hasil belajar, sementara guru memberikan penguatan dan arahan lanjutan.
Tahap ini penting untuk pembelajaran bermakna dan berkelanjutan.
Sumber: FB. Keluarga Guru

