Kerangka pembelajaran kokurikuler adalah panduan pelaksanaan kegiatan belajar yang melengkapi intrakurikuler, dirancang agar pembelajaran:
Lebih kontekstual
Bermakna
Berdampak pada penguatan karakter, kompetensi, dan pengalaman nyata murid.
Kokurikuler tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan tujuan pembelajaran di satuan pendidikan.
A. Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan pembelajaran adalah kondisi fisik, sosial, dan kultural yang mendukung proses belajar murid.
Lingkungan pembelajaran mencakup:
Kelas → ruang utama interaksi guru dan murid
Luar kelas → kegiatan observasi, praktik, dan eksplorasi
Komunitas lokal → masyarakat sebagai sumber belajar nyata
Ruang digital → platform dan teknologi pendukung pembelajaran
Lingkungan yang beragam membantu murid belajar secara utuh dan kontekstual.
B. Ruang Belajar
Ruang belajar adalah wadah terjadinya proses belajar, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ruang belajar meliputi:
Kelas (tatap muka)
Luar kelas (projek, kunjungan, praktik lapangan)
Komunitas lokal (kolaborasi sosial)
Ruang digital (pembelajaran daring dan blended)
Ruang belajar tidak dibatasi oleh dinding kelas, tetapi oleh kesempatan belajar.
C. Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran menekankan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
Peran dalam kemitraan pembelajaran:
Satuan pendidikan → perancang dan pengelola pembelajaran
Keluarga → pendukung utama proses belajar murid
Masyarakat → sumber pengalaman dan nilai sosial
Media → sarana informasi, literasi, dan publikasi
Kolaborasi ini memperkuat dampak pembelajaran kokurikuler.
D. Praktik Pedagogis (Peran Guru)
Dalam pembelajaran kokurikuler, guru berperan sebagai:
Aktivator → menggerakkan motivasi dan rasa ingin tahu murid
Kolaborator → membangun kerja sama antar murid dan pihak lain
Pengembang budaya belajar → menciptakan iklim belajar positif
Pendamping murid → membimbing sesuai kebutuhan dan potensi murid
Guru bukan pusat informasi, tetapi fasilitator pembelajaran bermakna.
E. Pemanfaatan Teknologi Digital
Teknologi digital digunakan sebagai alat pendukung, bukan tujuan utama.
Fungsi teknologi digital dalam pembelajaran:
Referensi → akses sumber belajar
Visualisasi dan kreasi → membantu pemahaman konsep
Komunikasi dan kolaborasi → kerja sama tanpa batas ruang
Dokumentasi dan publikasi → merekam dan menyebarkan hasil belajar
Pemanfaatan teknologi harus bijak, aman, dan kontekstual.

